Gerai Lazismu Layani Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Fattah Tulungagung
Sumber foto: gambar gerai di alfattah
Sejak pagi hari, relawan Lazismu tampak melayani jamaah yang datang untuk berkonsultasi maupun menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Gerai yang ditempatkan di area strategis sekitar masjid itu menjadi salah satu titik pelayanan yang mudah dijangkau oleh para peserta pengajian. Selain menerima donasi, petugas juga memberikan informasi mengenai berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Lazismu Tulungagung.
Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Fattah sendiri merupakan agenda rutin yang selalu dihadiri warga Muhammadiyah dan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Tulungagung. Momentum tersebut dimanfaatkan Lazismu untuk semakin mendekatkan layanan kepada umat sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Manager Lazismu Tulungagung, Hendro Purnama, menyampaikan bahwa kehadiran gerai layanan zakat pada Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Fattah merupakan bagian dari komitmen Lazismu untuk menghadirkan layanan yang mudah, dekat, dan terpercaya bagi masyarakat.
“Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al-Fattah merupakan salah satu forum dakwah yang dihadiri banyak jamaah dari berbagai daerah. Karena itu, Lazismu hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung melalui lembaga yang amanah dan profesional,” ujarnya.
Menurut Hendro, dana yang dihimpun dari para muzaki dan donatur akan disalurkan melalui berbagai program yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kemanusiaan, dan dakwah. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah personal, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban tahunan, tetapi sebagai gerakan bersama dalam membangun kesejahteraan umat. Setiap dana yang dititipkan melalui Lazismu akan kami kelola secara transparan dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program-program yang bermanfaat,” jelasnya.
Antusiasme jamaah terlihat cukup tinggi. Sejumlah peserta pengajian memanfaatkan keberadaan gerai untuk menunaikan donasi sekaligus memperoleh informasi mengenai berbagai program Lazismu yang selama ini telah membantu masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.
Hendro berharap kehadiran gerai Lazismu pada setiap pelaksanaan Pengajian Ahad Pagi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berbagi dan memperkuat semangat ta'awun atau saling menolong dalam kebaikan.
“Semakin banyak masyarakat yang berzakat dan berinfak melalui Lazismu, semakin luas pula manfaat yang bisa dirasakan oleh para mustahik. Inilah ikhtiar kami untuk terus menghadirkan kebermanfaatan dan menebarkan semangat memberi untuk negeri,” pungkasnya.
Dengan adanya gerai layanan zakat di setiap pelaksanaan Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Fattah, Lazismu Tulungagung berharap dapat terus memperkuat budaya filantropi Islam sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.