Berita

Kajian Al-Islam Lazismu Tulungagung Tekankan Keikhlasan sebagai Fondasi Menjalani Tugas Kehidupan

M
Muhammad Khoirun Nizam Penulis
05 Jun 2026
2 mnt baca
61x dibaca
Kajian Al-Islam Lazismu Tulungagung Tekankan Keikhlasan sebagai Fondasi Menjalani Tugas Kehidupan

Sumber foto: sesi acara kajian dimulai dan khidmat

temanamal.org - Lazismu Kabupaten Tulungagung kembali menggelar Kajian Al-Islam rutin sebagai bagian dari penguatan spiritual dan pembinaan keislaman bagi para amil, relawan, serta masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) di Musholla PAYASIFA (Panti Asuhan Yatim Aisyiyah Siti Fatimah) Putra Tulungagung tersebut mengangkat tema “Ikhlas dalam Menjalani Tugas Hidup.”

Kajian yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan pengantar dari Ketua Badan Pengurus Lazismu Tulungagung, Aminuddin Aziz, S.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kajian Al-Islam merupakan agenda rutin yang bertujuan memperkuat nilai-nilai spiritual bagi para amil, relawan, dan masyarakat. Menurutnya, penguatan ruhiyah menjadi bagian penting dalam mendukung profesionalisme pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

“Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas pelayanan umat tidak hanya dikelola secara profesional, tetapi juga dibangun di atas nilai keikhlasan dan pengabdian kepada Allah SWT,” ujarnya.

Setelah pengantar, kajian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustadz Muhfidz, Imam Masjid Al Fattah, yang mengangkat tema Ikhlas dalam Menjalani Tugas Hidup. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa keikhlasan merupakan fondasi utama dalam menjalani setiap amanah kehidupan.

Menurutnya, banyak persoalan yang muncul bukan karena beratnya tugas yang diemban, melainkan karena niat yang belum sepenuhnya tertuju kepada Allah SWT.

“Ketika seseorang bekerja dengan ikhlas, ia tidak akan mudah kecewa karena kurangnya penghargaan dari manusia. Sebab yang ia cari adalah ridha Allah, bukan pujian makhluk,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Ada yang diberi amanah sebagai pemimpin, pendidik, orang tua, pekerja, maupun pelayan umat. Seluruh amanah tersebut akan lebih mudah dijalankan apabila dilandasi niat yang tulus dan kesadaran bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Menurutnya, ikhlas bukan berarti bekerja tanpa target atau mengabaikan hasil. Sebaliknya, keikhlasan adalah kesungguhan dalam berikhtiar dengan tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Dengan demikian, seseorang akan tetap istiqamah dalam berbuat baik meskipun tidak selalu mendapatkan apresiasi dari orang lain.

Suasana kajian berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan. Para peserta tampak antusias menyimak materi yang disampaikan. Pada sesi diskusi, sejumlah peserta mengajukan pertanyaan terkait cara menjaga keikhlasan di tengah tantangan kehidupan modern yang sering kali mendorong seseorang untuk mencari pengakuan dan popularitas.

Pemilihan Musholla PAYASIFA Putra Tulungagung sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara Lazismu dengan Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kehadiran kajian di lingkungan panti diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar agama, memperkuat karakter keislaman, serta menghadirkan dakwah yang mencerahkan bagi seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, Lazismu Tulungagung berharap semangat keikhlasan semakin tertanam dalam diri para amil, relawan, dan masyarakat sehingga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang istiqamah dalam beribadah, bekerja, serta mengabdi untuk kemaslahatan umat.

Bagikan Artikel Ini