Berita

Lazismu Tulungagung Jadi Obyek Penelitian Mahasiswa UIN Satu Tulungagung

P
Penulis: Hendra Pornama | Editor: Muhammad Khoirun Nizam Penulis
04 Jun 2026
2 mnt baca
106x dibaca
Lazismu Tulungagung Jadi Obyek Penelitian Mahasiswa UIN Satu Tulungagung

Sumber foto: mahasiswa UIN SATU Tulungagung saat penelitian zakat wakaf di lazismu Tulungagung (photo: Pipit Oktaviani)

temanamal.org - Lazismu Kabupaten Tulungagung menerima kunjungan enam mahasiswa Jurusan Zakat dan Wakaf (Zawa) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung yang melakukan penelitian lapangan terkait strategi fundraising dan sistem pelaporan keuangan lembaga, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas akademik mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang diterapkan lembaga filantropi Islam di tingkat daerah.

Dalam kesempatan itu, staf keuangan Lazismu Tulungagung, Azizah Ratna Sholihah, memaparkan berbagai aspek tata kelola lembaga, khususnya mengenai transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Menurut Azizah, Lazismu Tulungagung terus berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui sistem pelaporan keuangan yang profesional dan diaudit secara berkala.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2019 Lazismu Tulungagung selalu memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujarnya.

Predikat tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan Lazismu Tulungagung telah memenuhi standar akuntansi dan prinsip tata kelola yang baik.

Selain menyoroti aspek keuangan, para mahasiswa juga menggali strategi penghimpunan dana yang menjadi salah satu kekuatan Lazismu dalam menjalankan program-program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah seorang mahasiswa, Amel, menanyakan metode fundraising yang diterapkan Lazismu sehingga mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan penghimpunan dana dari tahun ke tahun.

Menanggapi hal itu, Azizah menjelaskan bahwa Lazismu Tulungagung mengombinasikan tiga strategi utama dalam penghimpunan dana.

Pertama, metode konvensional atau jemput bola. Dalam metode ini, petugas Lazismu secara aktif mendatangi rumah-rumah warga, toko, instansi, hingga sekolah mitra untuk memberikan layanan pembayaran zakat dan sedekah.

Kedua, layanan perbankan dan pembayaran digital yang memudahkan donatur menyalurkan ZIS melalui transfer rekening resmi maupun QRIS.

Ketiga, pemanfaatan platform digital berbasis web melalui temanamal.org yang memungkinkan masyarakat berdonasi secara daring dengan lebih mudah dan cepat.

“Ketiga metode ini kami jalankan secara bersamaan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.

Bagi para mahasiswa, penelitian ini menjadi pengalaman berharga karena memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan lembaga zakat modern yang memadukan tata kelola profesional dengan inovasi digital.

Sementara itu, Lazismu Tulungagung menyambut baik kegiatan akademik tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan filantropi Islam.

Melalui keterbukaan informasi dan berbagi pengalaman kelembagaan, Lazismu berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan zakat dan wakaf sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam penguatan ekonomi umat melalui gerakan filantropi yang profesional dan berkemajuan.

Bagikan Artikel Ini